Ghea bersama kedua orangtua tercinta yang selalu mendukung, mendoakan, dan memberikan motivasi untuk terus maju & berprestasi.

Koba – Gheanida Chelsea Fadilah (10), putri pertama dari pasangan suami-istri Vam Budi (34) & Laila Tartila (31) yang beralamat di Jalan Sekolah, Lubuk Simpang, Lubuk Besar, Bangka Tengah, memberikan prestasi yang membanggakan sekolah, orangtua, dan teman-temannya.

Ghea, sapaan akrab orang-orang yang mengenalnya, beberapa prestasi yang telah ia raih, antara lain: Juara satu lomba pencak silat seni tunggal putri di Festival Anak Sholih Indonesia (FASI) yang digelar oleh DPD LDII Bangka Tengah, Tahun 2016 berhasil menyabet juara dua “Lomba Cipta & Baca Puisi” tingkat Kabupaten Bangka Tengah, serta “Lomba Bercerita” masuk 10 besar tingkat Kabupaten Bangka Tengah, dan baru-baru ini, berhasil keluar sebagai juara pertama “Lomba Cipta & Baca Puisi” Tingkat Kecamatan Lubuk Besar dalam event Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) yang digelar di SDN 3 Lubuk Besar (25/2/2017),dam selalu juara satu kelas dari kelas 1 SD-kelas 5 SD.

Keberhasilan ghea dalam berprestasi dibidang seni dan olahraga, tak lepas dari bimbingan dan motivasi kedua orangtuanya, khususnya seorang Ibu.

Walaupun waktunya tersibukan dengan latihan cipta dan baca puisi selepas pulang sekolah, ghea aktif mengikuti program Halaqoh Tafidz Al-Qur’an (HTA) yang digagas oleh PPG Bangka, dan dilaksanakan oleh TPA Al-Manshurin, Lubuk Besar.

Alhasil, Ghea sudah mampu menghafalkan Al-Qur’an satu Juz, dan termasuk salah satu anak didik cerdas di TPA tersebut.

Tartila, suatu hari pernah bertanya kepada Ghea, “Nak,
kenapa kamu sibuk sendiri menghafalkan Al-Qur’an?, lebih baik istirahat saja,” tanyanya.

Ghea pun menjawab, “Bu, kalau kita menolong agama Allah, Allah pasti akan menolong pada kita Bu,” jawab Ghea kepada Ibunya, Tartila.

Guru Pembimbing Ghea, Ramba Pratiwi pernah mengatakan kepada Tartila, bahwa Ghea termasuk anak yang hebat dan berbakat. “Ghea ini hebat, bagus, anak ini punya bakat, karena latihan saja tidaklah cukup untuk berprestasi di bidang seni, harus ada bakat terlebih dahulu, karena jika hanya mengandalkan latihan, namun tidak ada bakat, maka akan sulit menjadi juara,” ungkap Tartila kepada www.ldii.babel.or.id.

“Lomba cerita juga demikian, gurunya pernah menemui saya, dan mengatakan bahwa ghea punya bakat, jadi Ghea akan diikutsertakan untuk mengikuti lomba tersebut, akan tetapi karena saya khawatir pendidikan agamanya terganggu karena disibukan dengan latihan dua cabang perlombaan sekaligus, maka saya hanya memberikan izin mengikuti lomba cipta dan baca puisi,” cerita Tartila kepada LINES Bangka Belitung.

“Pertama kali mengikuti lomba, kami berdua (Ayah & Ibunya) sempat pesimis ghea punya bakat dibidang seni cipta dan baca puisi serta lomba bercerita, karena kesehariannya, Ghea termasuk anak yang pendiam, namun guru-guru di kelasnya terus meyakinkan kami, bahwa Ghea berbakat dan mampu, akhirnya kami pun mendukung dan mendoakannya, ternyata saat ghea pertama kali mengikuti FL2SN tingkat Kabupaten Bangka Tengah tahun 2015, alhamdulillah berhasil meraih juara pertama dicabang perlombaan cipta dan baca puisi, dan masuk sepuluh besar dicabang perlombaan bercerita,” lanjutnya.

Ghea (pojok kiri nomer dua), Cabe Rawit binaan PC LDII Lubuk Besar, murid kelas 5 SD di SDN 1 Lubuk Besar yang berhasil menyabet juara pertama dalam ajang FLS2N Tingkat Kecamatan di Lubuk Besar (25/2/2017).

Ia berpesan, khususnya kepada seluruh Ibu se-Indonesia, bahwa jangan sampai orangtua mempunyai anggapan, jika anaknya tersibukan dengan mengaji, anak akan sulit berprestasi di Sekolahannya, padahal, dengan aktif dan semangat mencari ilmu agama, maka anak-anak akan mudah meraih prestasi di Sekolah sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki. “Jika saya bisa, maka anak-anak anda, pasti jauh lebih bisa, kunci utama dalam pendidikan anak adalah, utamakan pendidikan agama/spritual, maka prestasi-prestasi lainnya, pasti akan mengikuti,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.