Bandung, 11/03 – Saya mengapresiasi Sako SPN yang sudah ada di 8 Provinsi, beserta 20 Cabang di Kota dan Kabupaten se-Jawa Barat yang bahu-membahu bergerak bersama untuk menumbuhkan karakter anak bangsa. Hadirnya Sako adalah energi bagi kita semua, bagaimana gerakan-gerakan ini harus hadir dan terus ada melengkapi dan mengembangkan anak bangsa.

Hal itu ditegaskan Ketua Kwartir Daerah Provinsi Jawa Barat, Atalia Praratya Ridwan Kamil saat melantik sekaligus mengukuhkan Majelis Pembimbing dan Pengurus Satuan Komunitas Pramuka Sekawan Persada Nusantara Daerah Jawa Barat masa bakti 2020-2025, di Bandung, 10/03.

Lebih lanjut Kak Atalia Praratya mengapresiasi Sako SPN yang merupakan satuan komunitas pramuka berbasis masjid, majelis taklim, dan pesantren untuk membentuk karakter sumber daya manusia yang profesional religius.

Kak Atalia Ridwan Kamil berpesan agar menghadirkan kemaslahatan yang kekinian dan program yang sesuai dengan zamannya.

Ia juga menyampaikan pesan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang berpesan kepada Sako SPN Jawa Barat untuk membantu menjaga negeri. “Pesannya dari Kang Emil cuma satu, tolong bantu jaga negeri ini jangan sampai mudah dipecah belah”, ujarnya.

Ia berharap, program yang dijalankan oleh Sakoda SPN Jawa Barat dapat disesuaikan dengan perkembangan zaman, sehingga lebih mudah diterima generasi muda. “Saya berharap dengan gerakan-gerakan SPN ini akan mampu untuk terus menghadirkan kemaslahatan yang kekinian, program yang sesuai dengan zamannya,” tambahnya.

Sementara Sekretaris Mabi Sako Nasional SPN, Kak Adityo Handoko dalam sambutannya berpesan kepada Sako SPN Jawa Barat untuk menyelaraskan programnya dengan 8 program pengabdian LDII untuk bangsa sebagai program prioritas. “Sako SPN Jawa Barat harus membuat langkah-langkah strategis sesuai dengan 8 bidang program pengabdian LDII untuk bangsa”, pesannya.

Atalia Praratya Ridwan Kamil melantik Majelis Pembimbing dan Pengurus Satuan Komunitas Pramuka Sekawan Persada Nusantara Jabar

Dalam pelantikan tersebut, Kak Dicky Harun resmi dilantik sebagai Ketua Majelis Pembimbing Satuan Komunitas (MABISAKO) SPN Jawa Barat. Dalam sambutannya, Dicky Harun mengungkapkan bahwa LDII sebagai lembaga keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak bangsa. “Sebagai lembaga dakwah tentu LDII punya konsen, punya kepedulian dan perhatian yang sangat besar pada pembentukan generasi anak bangsa. Generasi penerus LDII harapan kami adalah generasi yang profesional religius, profesional di bidangnya masing-masing sesuai dengan passion dan keinginginannya, dan diiringi dengan religius yang tinggi”, ujar Dicky.

Dicky Harun menilai, program pembentukan karakter yang dicanangkan LDII selaras dengan Dasa Dharma Pramuka. Untuk itu, Dicky menilai kepramukaan dapat menjadi jalan untuk membentuk karakter bangsa. “Tujuan kami membentuk Sako ini adalah karena kita melihat pramuka ini beririsan sama persis. Dasa Dharma dengan apa yang dicanangkan oleh LDII dalam membentuk generasi penerus ini sangat pas. Sehingga kenapa tidak melatih anak-anak kita dengan kepramukaan”, ungkapnya.

Peresmian Sanggar Pramuka Sako SPN Jawa Barat oleh Ketua Kwarda Jabar

Hal senada disampaikan Kak Bambang Setiawan selaku Ketua Sako SPN Jawa Barat. Ia berjanji untuk menyelaraskan programnya dengan LDII, serta bersinergi dengan Kwarda Jabar memajukan pramuka Jawa Barat. “Kami akan membuat program-program yang sinkron dengan program Lembaga Dakwah Islam Indonesia. Kami akan segera membuat program kerja lima tahun kedepan, kami siap bersinergi dengan Kwarda Jawa Barat untuk memajukan Pramuka Jawa Barat”, ujar Bambang.

Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Barat, Asep Sukmana, dan jajaran kepengengurusan Kwartir Daerah Jawa Barat, diantaranya Ketua Harian Kwarda Jawa Barat Kak Denny Nurdyana, dan Sekretaris Kwarda, Kak Fajar Kusuma Jaya.

Sako SPN dibentuk oleh LDIl secera berjenjang dari tingkat DPP, DPW hingga tingkat DPD dengan berpedoman pada UU No.12, Tahun 2010 Tentang Gerakan Pramuka. Sako SPN adalah komunitas pramuka berbasis majelis taklim, masjid, dan pondok pesantren yang hadir membina karakter para santri agar tumbuh menjadi pemuda yang berkualitas memiliki 6 Thobiat Luhur yang selaras dengan Dharma Pramuka melalui program 3 Sukses, yakni faqih-alim, berakhlaq karimah dan mandiri dengan berkarakter profesional-religius.   (fitri/lines jabar/d86)

Leave a Reply

Your email address will not be published.