Foto Aji bersama kedua orang tuanya (9/4/2017) yang berharap bisa meraih medali emas dalam O2SN Bangka Tengah, walaupun dalam kondisi masih cidera.

Koba, Bangka Tengah – Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SMA tingkat kabupaten yang berlangsung di Koba, Bangka Tengah, memperlombakan lari 100 meter, Senin (10/4).

Salah satu peserta, Aji (17) yang kembali bertanding berhasrat agar dapat memboyong medali emas, kendati masih dalam kondisi cidera engkel sebelah kiri.

Ketiga Pelatih Aji yakni Dayatuna, Topan, dan Sastra terus memberikan arahan dan dukungan kepadanya agar bisa kembali membawa pulang Medali Emas dalam ajang O2SN ini.

Target Aji untuk membawa pulang medali emas, hampir saja tercapai. Namun dirinya harus puas dengan perolehan medali perak. Sebab saat lomba lari 100 meter, awalnya Aji melesat dengan cepat memimpin di posisi terdepan.

Namun saat di pertengahan pertandingan, hal yang ‘ditakutkan’ Aji terjadi.

Engkel kaki sebelah kirinya yang dua bulan lalu cidera, ternyata kambuh di waktu yang tidak tepat.

Saat di pertengahan pertandingan, rasa ngilu pada engkel kaki sebelah kiri membuat kecepatan Aji menurun. Sehingga yang awalnya memimpin diposisi terdepan, Aji pun harus puas dengan posisi kedua, dan meraih medali perak pada kejuaraan O2SN tahun ini.

Aji sempat kecewa, karena tidak sesuai dengan target yang ia damba-dambakan, yakni Medali Emas.

“Saya sedikit merasa kecewa, sebab belum bisa meraih juara pertama di setiap O2SN. Tapi tidak masalah, karena ini adalah hasil terbaik dibandingkan O2SN tahun 2016 yang hanya meraih juara 4,” ceritanya kepada LINES Babel.

Mendengar kabar Aji cidera dan harus puas dengan perolehan medali perak, sang Ibunda Aji, Dedeh Kurnia terus memberikan dukungan positif untuk menghibur hati anaknya yang bersedih. Sebab belum bisa menampilkan performa terbaiknya disebabkan cidera engkel yang kambuh.

Akibat cidera engkel yang diderita sejak 2 bulan lalu kambuh, Aji harus puas meraih medali perak.

“Allah belum menakdirkan Aji buat mendapatkan medali emas ya. Pertama Aji yang memimpin, pas pertengahan pertandingan tiba-tiba kakinya yang cidera terkilir lagi, jadi terkejar oleh lawannya. Alhamdulillah tetep disyukuri masih bisa meraih juara dua,” ungkapnya.

Ia pun mengucapkan rasa terima kasihnya kepada semua kerabat, Keluarga, Guru, Pelatih, teman-teman Aji dan Remaja Masjid LDII yang sudah turut mendoakan buat kesuksesan anaknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.