Melalui Departemen KIM, DPP LDII berkomitmen untuk menggelar pelatihan jurnalistik secara berkala, untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas serta menjaga konsistensi pemberitaan LDII di seluruh Indonesia. (Foto: LINES)

Kediri (28/9). Pelatihan Jurnalistik Tingkat Mahir Dasar yang digelar DPP LDII di Pondok Pesantren Wali Barokah, Kediri, Jawa Timur telah usai dilaksanakan pada Minggu (28/8).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu, bertujuan untuk meningkatkan pemberitaan dan publikasi mengenai kegiatan-kegiatan yang memiliki nilai strategis di lingkungan DPW, DPD dan pondok pesantren di bawah naungan LDII. Terutama informasi yang berhubungan langsung dengan masyarakat dan stakeholder setempat.

Ketua DPP LDII Koordinator Bidang Komunikasi Informasi dan Media (KIM), Rully Kuswahyudi mengungkapkan, kegiatan itu merupakan lanjutan dari “Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar” yang telah digelar sebelumnya pada awal tahun lalu. Ia menargetkan, pelatihan Jurnalistik Tingkat Mahir Dasar kali ini, dapat membangkitkan konsistensi Tim LDII News Network (LINES) di seluruh wilayah.

“Dari berbagai daerah, SDM untuk memberitakan kontribusi LDII ini sudah ada. Selanjutnya, ini tinggal konsisten dalam membuat konten dan juga pemberitaan. Kami sangat terbuka kalau memang ada kesulitan dalam pemberitaan,” ucapnya.

Ia berharap, peserta semakin masif dalam mempublikasikan kebaikan LDII kepada masyarakat luas. “Kami berharap, kegiatan ini bisa membangkitkan rekan jurnalis di daerah. Mereka bisa berkontribusi di bidang komunikasi, membangun masyarakat madani, dan juga tentunya memberitakan kebaikan LDII di tengah masyarakat,” tambahnya.

Selain dibekali dengan ilmu jurnalistik, peserta juga ditekankan untuk bijak dalam bermedia sosial. Pasalnya, saat ini masyarakat tengah dihadapi dengan tantangan disrupsi teknologi. Dimana hampir segala bidang kehidupan mulai bergeser dan beralih ke digital. Perubahan tersebut harus diimbangi dengan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi secara bijak.

“Bijak bermedsos dan juga memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan kebaikannya LDII. Karena di tengah situasi seperti ini, media sosial memegang peranan sangat penting, sangat efektif, dan powerful,” jelasnya.

Senada dengan Rully, Ketua Departemen KIM DPP LDII, Ludhy Cahyana menekankan pentingnya prinsip jurnalisme positif yang memegang teguh kode etik jurnalistik, nilai-nilai berita, dan aturan perundang-undangan yang mengatur pers. “Kami berpegang pada dunia jurnalistik positif, jurnalistik itu konkrit, harus sesuai dengan fakta yang ada,” katanya.

Peserta Pelatihan Jurnalistik Tingkat Mahir Dasar kali ini diikuti oleh 200-an peserta yang merupakan perwakilan dari Ponpes, DPW dan DPD LDII se-Jawa dan Bali. Namun juga terdapat peserta yang datang dari Kalimantan dan Sulawesi.

Melalui Departemen KIM, DPP LDII berkomitmen untuk menggelar pelatihan jurnalistik secara berkala, untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas serta menjaga konsistensi pemberitaan LDII di seluruh Indonesia, “Zona berikutnya adalah di Sumatera. Kita rencanakan sesuai dengan program KIM 2022. Kemugkinan di bulan Oktober atau November, di Kota Palembang,” pungkas Rully.

Leave a Reply

Your email address will not be published.