Muswil LDII Kalsel

Muswil VII LDII Kalsel yang berlangsung pada 20 Maret 2022, di Hotel Best Western, Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel.

Banjarmasin (22/03). Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso, mengapresiasi DPW LDII Kalsel yang sukses menghelat Musyawarah Wilayah (Muswil) VII LDII Kalimantan Selatan (Kalsel) pada 20 Maret 2022, di Hotel Best Western, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Menurutnya, meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19, namun LDII Kalsel mampu melaksanakan Muswil dengan baik secara hybrid, yakni secara luring dan daring.

“Muswil ini merupakan momen penting, dalam hal mengambil keputusan, menunjuk kepemimpinan yang sekiranya mampu mengantisipasi lingkungan strategis,” katanya.

Walhasil, meskipun dalam kondisi pandemi, DPW LDII Kalsel mampu melaksanakan muswil. Konsolidasi yang menghasilkan solusi masalah bangsa amat sangat penting.

“Pandemi telah membawa krisis kesehatan dan berdampak terhadap ekonomi. Untuk memulihkan kepada kondisi semula bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi semua komponen bangsa, termasuk juga ormas. Karena bagaimanapun LDII harus berbuat dalam rangka menyikapi lingkungan strategis sekarang ini yang telah berubah,” imbuhnya.

KH Chriswanto juga mengingatkan kepada pengurus LDII, dengan diputuskan dan diundangkan Kalimantan Timur sebagai Ibu Kota Negara (IKN), tentunya menjadikan posisi Kalsel sebagai penyangga IKN.

Muswil VII LDII Kalsel
Pengurus DPW LDII Kalsel yang dilantik pada Muswil VII LDII Kalsel.

“Muswil ini harus mampu mengantisipasi dan membuat program, untuk membantu pemerintah dalam mengatasi perubahan lingkungan strategis,” ungkapnya.

Dengan melaksanakan delapan program kerja LDII pada bidang kebangsaan, keagamaan, pendidikan umum, kesehatan alami, teknologi digital, ekonomi syariah, energi baru terbarukan, pangan dan lingkungan hidup, LDII Kalsel mampu berkontribusi besar terhadap pembangunan.

Dengan Muswil, ia berharap klaster lingkungan menjadi perhatian DPW LDII Kalsel. Mengingat, ibu kota yang dipindah ke Kalimantan membawa tantangan besar yakni perubahan lingkungan.

“Kami berharap LDII Kalsel dan warganya, bisa berkontribusi menjaga alam agar tetap asri dan berwawasan lingkungan, jadi meskipun ibu kota berada di Kalimantan, hutan dan alamnya tetap terjaga. Ini sebetulnya peluang bagi Kalsel. Ibu Kota dipindah ke Kalimantan, maka Kalsel bisa ikut menjadi maju dan sejahtera. Apa gunanya IKN dipindah, kalau Kalsel tetap stagnan. Maka LDII Kalsel harus menjadi pelopor untuk membantu pemerintah dalam menyelesaikan masalah di daerah,” imbuhnya.

Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Sulkan, membuka secara resmi Muswil VII LDII Kalsel.

Sementara itu, Muswil VII LDII Kalsel, menurut Ketua DPW LDII Kalsel Dedi Supriatna, diikuti oleh 11 DPD Kabupaten/kota, 35 Pengurus Cabang (PC) dan 75 Pengurus Anak Cabang (PAC).

“Selain diikuti peserta yang hadir di lokasi, terdapat 14 titik Studio Mini,” ujar Dedi.

Sebelum muswil, terdapat tiga acara pramuswil berupa Pembekalan oleh Kankanwil Kemenag Kalsel, Webinar Ekonomi Syariah dengan narasumber MUI dan Bank Syariah Indonesia (BSI), dan Webinar Kamtibmas bekerja sama dengan Polda Kalsel.

Dalam rapat paripurna Muswil VII LDII Kalsel, Dedi Supriatna kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPW LDII Kalsel. Posisi Sekretaris DPW LDII Kalsel juga tetap dipercayakan pada Budiono.

Menurutnya, LDII Kalsel bertekad meningkatkan pembangunan SDM di wilayahnya, untuk menyukseskan pembangunan di Kalsel. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara pemerintah provinsi dan LDII Kalsel, yang sudah berjalan baik akan terus ditingkatkan, agar Kalsel menjadi yang terdepan. (kim/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.