Ketua DPW LDII Babel, Ari Sriyanto (tengah) saat memberikan sambutan dalam kegiatan TOT ProKlim 2026, pada Sabtu (31/1).

Pangkalpinang (31/1). Sebagai wujud komitmen nyata dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pengendalian perubahan iklim, DPW LDII Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Yayasan Arroyan Qiyammu Lail bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyelenggarakan kegiatan Training of Trainer (TOT) Program Kampung Iklim (ProKlim) Tahun 2026 bertajuk “Generasi Muda Peduli Iklim”, pada Sabtu (31/1).

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Yayasan Arroyan Qiyammu Lail, Kelurahan Semabung Lama, ini diikuti oleh para generasi muda LDII dari tingkat DPD, PC, hingga PAC.

Pelaksanaan TOT ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas peserta agar mampu menjadi agen perubahan dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di lingkungan masing-masing.

Ketua DPW LDII Babel, Ari Sriyanto, menyampaikan bahwa keterlibatan generasi muda dalam isu lingkungan merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan alam dan kehidupan masyarakat. Menurutnya, Program Kampung Iklim menjadi sarana strategis untuk membangun kesadaran, kepedulian, serta aksi nyata berbasis komunitas.

“Melalui kegiatan TOT ini, kami berharap peserta tidak hanya memahami konsep perubahan iklim, tetapi juga mampu menularkannya kepada masyarakat luas dengan pendekatan yang tepat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Peserta tampak serius mempraktekkan perihal teknis dalam pelatihan TOT ProKlim 2026.

Sementara itu, Ketua Yayasan Arroyan Qiyammu Lail, Ismail, memberikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara LDII, DLHK, dan berbagai pihak terkait. Ia menilai kegiatan ini sejalan dengan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan yang selama ini ditanamkan di lingkungan yayasan.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena mampu menggabungkan edukasi, praktik, dan semangat kepedulian lingkungan, khususnya bagi generasi muda. Semoga kegiatan ini melahirkan pelatih-pelatih ProKlim yang siap berkontribusi nyata,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, salah satu pemateri dari DLHK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Reva Riskiana, menyampaikan bahwa materi TOT ProKlim yang diberikan lebih menitikberatkan pada aspek teknis pelaksanaan di lapangan. Ia menjelaskan mulai dari pemahaman indikator ProKlim, pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat, hingga contoh praktik adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang dapat diterapkan secara sederhana namun berdampak.

“TOT ini dirancang agar peserta benar-benar siap secara teknis, sehingga ketika terjun ke masyarakat, mereka sudah memiliki gambaran yang jelas tentang apa yang harus dilakukan,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta sinergi yang kuat antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan generasi muda dalam mendukung keberhasilan Program Kampung Iklim di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *