
Pangkalpinang (10/1). DPW LDII Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjalin kerja sama strategis dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam penguatan Program Kampung Iklim (ProKlim) dan Program Adiwiyata.
Kerja sama tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Teknis yang dilaksanakan di Kantor DLHK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (9/1/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh pejabat teknis DLHK, Sekretaris DPW LDII Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ketua Yayasan Arroyyan Qiyammu Lail, serta pengurus harian Komunitas Dakwah Mahasiswa Islam (KDMI) Bangka Belitung.
Kepala Bidang Tata Lingkungan DLHK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Edwin Setiady menyampaikan apresiasinya atas kehadiran dan komitmen LDII dalam mendukung program-program lingkungan hidup. Menurutnya, kolaborasi antara DLHK dengan Pemuda LDII dan Komunitas Dakwah Mahasiswa Indonesia (KDMI) merupakan langkah strategis dalam mendorong partisipasi masyarakat berbasis komunitas.
“Kolaborasi ini kami apresiasi. Pondok Pesantren Arroyyan menjadi salah satu pihak yang menunjukkan komitmen nyata dalam menjalin kerja sama dengan DLHK. Hal ini dapat menjadi contoh bagi komunitas lain dalam mendukung upaya perbaikan lingkungan,” ujar Edwin.
Edwin juga mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu satu tahun, DLHK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendaftarkan tujuh lokasi Program Kampung Iklim. Namun dalam pelaksanaannya, jumlah lokasi yang berkembang di lapangan meningkat hingga sekitar 40 lokasi. Hal ini menunjukkan besarnya potensi kolaborasi lintas sektor dalam mendukung program lingkungan.

DLHK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki tugas dan fungsi dalam pengelolaan lingkungan hidup, meliputi kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah dan limbah, pengendalian pencemaran, serta konservasi dan rehabilitasi lingkungan sesuai dengan kewenangan daerah.
Melalui Program Kampung Iklim (ProKlim), DLHK mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di tingkat lokal. Program nasional yang diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) ini juga memberikan apresiasi atas upaya nyata masyarakat dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan kualitas lingkungan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Program Adiwiyata difokuskan pada pembentukan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Program ini bertujuan menumbuhkan perilaku ramah lingkungan di lingkungan sekolah melalui pendidikan, pembiasaan, serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Sekretaris DPW LDII Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Tri Hendrawan, menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung penuh program pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang adaptif terhadap perubahan iklim. Ia menegaskan bahwa sekolah Adiwiyata dan Program Kampung Iklim diharapkan dapat menjadi pusat edukasi lingkungan bagi generasi muda.
“DPW LDII Bangka Belitung berkomitmen mendukung penuh program pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang adaptif terhadap perubahan iklim, serta menjadikan sekolah Adiwiyata dan ProKlim sebagai pusat edukasi lingkungan bagi generasi muda. Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan di Bangka Belitung,” ujar Tri Hendrawan.
Ketua Yayasan Arroyyan Qiyammu Lail, Ismail menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik kerja sama dengan DLHK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ia mengajak seluruh Pemuda LDII, warga LDII, serta siswa-siswi Boarding School MBIBS untuk berperan aktif dalam mendukung program-program lingkungan.
“Warga LDII dan KDMI memiliki berbagai potensi, seperti pertanian, perikanan, peternakan, hingga usaha produktif lainnya. Potensi tersebut dapat dikolaborasikan untuk mendukung pelaksanaan program lingkungan,” ujarnya.
Ke depan, kerja sama antara DPW LDII Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan DLHK diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan serta menjadi model kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari.
