Salah satu narasumber dari DLHK Provinsi Kep. Bangka Belitung, Harfiyanto saat memaparkan materi ProKlim, pada Rabu (31/12)

Pangkalpinang (31/12). Bertepatan dengan pelaksanaan Pengajian Akhir Tahun 2025, DPW LDII Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar sosialisasi Program Kampung Iklim (ProKlim) kepada generasi muda LDII, pada Rabu (31/12).

Kegiatan yang berlangsung di Lingkungan Pondok Pesantren Arroyan, Semabung Lama ini dihadiri langsung oleh Pengurus Harian DPW LDII Babel, Supriyadi dan Nardi Pratomo, Ketua Yayasan Arroyan Qiyammu Lail, Ismail, serta para narasumber dari DLHK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pemaparan materi ProKlim oleh narasumber DLHK Provinsi Kep. Bangka Belitung.

Salah satu narasumber, Harfiyanto, menjelaskan bahwa Program Kampung Iklim merupakan program nasional Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang bertujuan mendorong partisipasi aktif masyarakat dan pemerintah daerah dalam melakukan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di tingkat lokal.

“Program Kampung Iklim bertujuan untuk meningkatkan ketahanan iklim, menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK), serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam materi yang saya sampaikan, dijelaskan mengenai pengertian ProKlim, peran komunitas, serta berbagai aksi dan komponen yang menjadi indikator dalam pelaksanaannya, seperti aksi adaptasi, mitigasi, dan kelembagaan,” ujar Harfiyanto.

Ia menambahkan bahwa pelaksanaan aksi-aksi tersebut membutuhkan dukungan dan apresiasi dari berbagai pihak agar langkah adaptasi terhadap perubahan iklim dapat berjalan secara berkelanjutan.

Lebih lanjut, Harfiyanto berharap materi yang disampaikan dapat menumbuhkan kesadaran dan peran aktif generasi muda dalam pengendalian perubahan iklim. Menurutnya, program ini tidak dapat berjalan sendiri tanpa adanya sinergi bersama.

“Kami berharap para peserta dapat menjadi kader-kader baru di masa depan dalam pengendalian perubahan iklim. Generasi muda memiliki semangat, wawasan, dan potensi inovasi yang besar untuk menghadapi tantangan perubahan iklim ke depan,” katanya.

Terkait kesan terhadap peserta, Harfiyanto menilai generasi muda LDII menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung.

Penyerahan doorprize kepada peserta.

“Peserta cukup antusias dan memiliki semangat sebagai generasi penerus. Masih banyak ilmu yang perlu dipelajari lebih dalam, namun kami optimistis informasi yang telah disampaikan dapat disebarluaskan kembali kepada masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Dewan Penasehat DPW LDII Babel, Supriyadi menyampaikan bahwa kegiatan Pengajian Akhir Tahun 2025 ini diikuti oleh lebih dari 200 peserta. “Alhamdulillah, antusias peserta sangat luar biasa, ini menunjukkan semangat generasi muda untuk terus belajar dan memperbaiki diri,” ujarnya.

Ia berharap momentum pengajian akhir tahun ini tidak hanya menjadi agenda seremonial semata. “Semoga kegiatan ini bisa menjadi titik refleksi untuk meningkatkan kualitas ibadah, akhlak, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *