Ketua DPP LDII, H. Dody Taufiq Wijaya dalam kegiatan Media Gathering Muswil ke-6 LDII Babel, pada Rabu (22/7).

Pangkalpinang (22/7). DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Bangka Belitung menghelat Media Gathering dalam rangkaian Muswil VI LDII Bangka Belitung. Kegiatan silaturahim dengan wartawan itu dilaksanakan di Pondok Pesantren Arroyan Semabung Lama, Pangkalpinang, Bangka Belitung, pada Rabu (22/7/2026). Kegiatan ini bertujuan memaparkan arah kebijakan, visi, dan program prioritas yang dibahas dalam Muswil.

Ketua DPW LDII Bangka Belitung, Ari Sriyanto menjelaskan bahwa Muswil VI LDII Babel menjadi forum penting untuk mengevaluasi program organisasi sekaligus menyusun arah kebijakan lima tahun ke depan. “Muswil tahun ini mengusung tema Penguatan SDM Profesional Religius untuk Mewujudkan Kepulauan Bangka Belitung Berdaya,” ujarnya.

Menurut Ari, LDII saat ini memfokuskan pengabdian organisasi melalui delapan klaster program utama, yakni kebangsaan, dakwah dan keagamaan, pendidikan, ekonomi syariah, Kesehatan alami, ketahanan pangan dan lingkungan, teknologi digital, serta energi baru terbarukan. “Hal ini menjadi bentuk kontribusi nyata LDII dalam mendukung pembangunan berkelanjutan,” jelasnya.

Dalam Muswil VI LDII Babel, menurut Ari Sriyanto dihadiri sekitar 300 orang pengurus LDII dari 6 Kabupaten dan 1 Kota, serta muballigh LDII. “Alhamdulillah LDII telah hadir di seluruh kabupaten dan kota di Babel. Hadir para pengurus dan alim ulama LDII yang berasal dari Kab. Bangka, Kab. Bangka Barat, Kab. Bangka Tengah, Kab. Bangka Selatan, Kab. Belitung, Kab. Belitung Timur dan Kota Pangkalpinang. Mereka siap menyukseskan jalannya Muswil LDII Babel yang diadakan di Grand Safran Hotel Pangkalpinang,” ujar Ari yang didampingi Ketua Panitia Nardi Pratomo dan Sekretaris DPW LDII Babel Tri Hendrawan.

Sementara itu Ketua Umum DPP LDII, H. Dody Taufiq Wijaya mengatakan bahwa LDII mengembangkan dakwah dan juga berbagai aspek kehidupan masyarakat melalui delapan program pengabdian untuk bangsa. “Fokus utama adalah kebangsaan dan nasionalisme dengan meneguhkan komitmen menjaga keutuhan NKRI, Pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika,” tegas Dody.

Program dakwah yang dikembangkan LDII menurut Dody, mengacu pada konsep moderasi beragama sebagaimana yang didorong oleh Kementerian Agama. “Kita harus menghormati hak pemeluk agama lain dan mampu hidup berdampingan dalam masyarakat. Model dakwah LDII juga dilakukan melalui keteladanan dan aksi nyata atau dakwah bil hal,” katanya.

Foto bersama peserta Media Gathering.

Dakwah inklusif bagi penyandang disabilitas juga dilakukan LDII. Seperti pengajian khusus bagi penyandang tuna rungu atau tuli yang tergabung dalam Pengajian Generus Tuli. “Selain itu LDII juga merangkul dan membina penderita kusta dalam pengajaran agama. Hal itu melanjutkan kerja keras para ulama lain sejak puluhan tahun lalu. Para penderita kusta diajarkan mengenai syariat Islam dan menjadi muslim berkarakter unggul serta berkahlak mulia. Mereka adalah saudara kita, mereka harus bisa mandiri dan hidup dengan layak seperti yang lain,” ujar Dody.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi syiar dakwah inklusif yang membuka akses seluas-luasnya bagi seluruh umat, termasuk kelompok disabilitas, “Perhatian terhadap kelompok disabilitas menjadi penting karena selama ini masih ada keterbatasan akses dalam memahami ajaran agama. Mereka sama-sama muslim dan memiliki hak yang sama dalam mengakses pemahaman keagamaan,” tambah Dody.

Selain itu LDII memiliki fokus dalam pembinaan generasi muda dan pembentukan karakter melalui pembinaan yang berkelanjutan. “LDII berupaya mencetak generasi yang profesional, religius, dan berakhlakul karimah. Generasi yang memiliki kemampuan menghadapi perkembangan zaman, memiliki jiwa nasionalisme, integritas, serta kepedulian terhadap lingkungan. Pembinaan karakter sejak usia dini menjadi bekal penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.

Dalam kepengurusan DPP LDII masa Bakti 2026-2031, Dody menjelaskan visi penguatan organisasi melalui konsolidasi internal dan peningkatan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan. “Kami berharap LDII menjadi organisasi yang adaptif terhadap perubahan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar keagamaan yang menjadi landasan utama LDII,” jelas Dody.

Kepemimpinannya di LDII juga diarahkan pada penguatan kontribusi nyata organisasi terhadap masyarakat. Hal ini mencakup berbagai bidang, seperti pendidikan, dakwah, sosial kemasyarakatan, serta pemberdayaan sumber daya manusia. “Dalam menyusun program kerja, kita harus terstruktur dan terukur. Setiap program harus memiliki dampak yang berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kami ingin LDII terus menanamkan nilai Islam rahmatan lil alamin, yakni Islam yang membawa manfaat bagi lingkungan dan masyarakat luas. Termasuk dalam Muswil LDII Babel ini akan disusun kebijakan dan program LDII Babel ke depan yang selaras dengan program pemerintah daerah,” pungkas Dody yang hadir Bersama Sekretaris Umum DPP LDII Tri Gunawan Hadi. (Dedy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *